Saat ulangan umum tlah tiba...
Persiapan mulai dilakukan.
Bagi anak-anak didikku, silahkan belajar yang giat.
Segala hasil yang memuaskan dapat diperoleh.
Jadwal Ulangan Umum Semester ganjil TP. 2010/2011
Senin, 29 Nov 2010 Matematika
Selasa, 30 Nov 2010 B. Indonesia
Rabu, 1 Des 2010 Musik dan IPS
Kamis, 2 Des 2010 IPA
Jumat, 3 Des 2010 B. Inggris
Selamat Berjuang.
GBU.
dhanipard
Kamis, 25 November 2010
Senin, 25 Oktober 2010
Tumbuhan Hijau
Tumbuhan hijau merupakan satu-satunya makhluk hidup di dunia yang dapat membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, tumbuhan hijau merupakan sumber makanan bagi makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Bagaimana tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri? Berikut akan dibahas bagaimana proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.
1. Proses Tumbuhan Hijau Membuat Makanan
Cahaya Matahari Air + Karbondioksida cahaya matahari / Klorofil → glukosa + Oksigen
Secara alami, proses fotosintesis hanya berlangsung pada siang hari karena proses ini memerlukan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama pada proses fotosintesis. Oksigen yang merupakan hasil fotosintesis dikeluarkan oleh tumbuhan melalui mulut daun (stomata) dan digunakan oleh manusia dan hewan pada proses pernapasan, meskipun sebagian digunakannya untuk bernapas. Oleh karena itu, apabila kita pada siang hari duduk di bawah pohon yang daunnya hijau dan rindang, kita merasakan sejuk karena kita banyak menghirup oksigen hasil fotosintesis.
Hasil fotosintesis lainnya, yaitu glukosa yang merupakan zat makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh tapis. Pada tumbuhan, glukosa ini digunakan untuk tumbuh, berkembang biak, dan sebagian disimpan sebagai timbunan makanan.
2. Tempat Menyimpan Timbunan Makanan pada Tumbuhan
Glukosa yang merupakan zat makanan hasil fotosintesis, selain digunakan untuk tumbuh dan berkembang biak juga disimpan sebagai timbunan makanan. Sebagian besar bagian tumbuhan yang kita makan merupakan timbunan makanan dari tumbuhan tersebut.
Setiap tumbuhan memiliki tempat menyimpan timbunan makanan yang berbeda-beda. Ada tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan pada akar, batang, ataupun buah.
Berdasarkan tempat menyimpan timbunan makanannya, tumbuhan dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
a. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam umbi
Umbi adalah akar atau batang yang mengembung dan berisi timbunan makanan. Tumbuhan yang timbunan makanannya disimpan di dalam umbi di antaranya adalah kentang, singkong, dan ubi jalar.
b. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya di dalam buah
Buah-buahan yang kita makan sehari-hari, seperti mangga, pepaya, apel, dan jeruk merupakan timbunan makanan. Timbunan makanan tersebut disimpan oleh tumbuhan di dalam buah.
c. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam biji
Kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai merupakan kelompok tumbuhan yang meyimpan timbunan makanannya di dalam biji.
d. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam batang
Kamu mungkin pernah memakan batang tebu yang rasanya manis dan segar. Tumbuhan tebu dan sagu merupakan kelompok tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya di dalam batang.
Tumbuhan Hijau Sebagai Sumber Makanan Manusia dan Hewan
Proses fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Makanan ini
sebagian digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan sisanya dibawa ke bagian tubuh
lain. Manusia dan hewan secara langsung ataupun tidak langsung bergantung pada
tumbuhan hijau untuk memperoleh makanan. Daun, batang, buah, biji, dan umbi
merupakan bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai sumber makanan bagi
manusia dan hewan.
Beberapa bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan
baik yang langsung dimakan ataupun dimasak terlebih dahulu di antaranya adalah
akar, batang, daun, buah, bunga, dan biji.
1. Akar
Akar merupakan bagian pada tumbuhan yang tumbuh di dalam tanah. Air dan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan diserap oleh akar dari dalam tanah. Tumbuhan yang akarnya dijadikan bahan makanan, contohnya adalah singkong, wortel, bengkoang, dan lobak
2. Batang
Selain akar, pada bebrapa tumbuhan batang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan batangnya sebagai bahan makanan adalah tebu, sagu, dan enau. Pada beberapa tumbuhan bagian batangnya ada yang berubah fungsi menjadi umbi batang, contohnya kentang dan ubi jalar.
3. Daun
Ibumu mungkin pernah membuat sayur kangkung atau bayam. Bayam dan kangkung merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan. Selain
bayam dan kangkung, tumbuhan lain yang juga dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan adalah melinjo dan selada.
4. Buah
Jeruk, apel, mangga, pepaya, dan pisang merupakan jenis tumbuhan yang buahnya dapat langsung dimakan oleh kita tanpa harus diolah terlebih dahulu. Namun demikian, beberapa jenis tumbuhan lain yang dimanfaatkan buahnya sebagai bahan makanan tidak dapat dimakan langsung, seperti terong dan labu siem.
5. Bunga
Tumbuhan yang bunganya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan antara lain adalah kol atau kubis dan bawang. Di dalam bunga banyak terkandung mineral dan vitamin.
6. Biji
Nasi yang berasal dari beras merupakan makanan pokok yang sehari-hari kita makan.
Selain itu, di Indonesia makanan pokok lainnya adalah jagung dan gandum. Beras,
jagung, dan gandum merupakan biji-bijian yang merupakan sumber karbohidrat.
Tumbuhan lain yang bijinya dimanfaatkan sebagai bahan makanan adalah kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang panjang.
1. Proses Tumbuhan Hijau Membuat Makanan
Cahaya Matahari Air + Karbondioksida cahaya matahari / Klorofil → glukosa + Oksigen
Secara alami, proses fotosintesis hanya berlangsung pada siang hari karena proses ini memerlukan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama pada proses fotosintesis. Oksigen yang merupakan hasil fotosintesis dikeluarkan oleh tumbuhan melalui mulut daun (stomata) dan digunakan oleh manusia dan hewan pada proses pernapasan, meskipun sebagian digunakannya untuk bernapas. Oleh karena itu, apabila kita pada siang hari duduk di bawah pohon yang daunnya hijau dan rindang, kita merasakan sejuk karena kita banyak menghirup oksigen hasil fotosintesis.
Hasil fotosintesis lainnya, yaitu glukosa yang merupakan zat makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh tapis. Pada tumbuhan, glukosa ini digunakan untuk tumbuh, berkembang biak, dan sebagian disimpan sebagai timbunan makanan.
2. Tempat Menyimpan Timbunan Makanan pada Tumbuhan
Glukosa yang merupakan zat makanan hasil fotosintesis, selain digunakan untuk tumbuh dan berkembang biak juga disimpan sebagai timbunan makanan. Sebagian besar bagian tumbuhan yang kita makan merupakan timbunan makanan dari tumbuhan tersebut.
Setiap tumbuhan memiliki tempat menyimpan timbunan makanan yang berbeda-beda. Ada tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan pada akar, batang, ataupun buah.
Berdasarkan tempat menyimpan timbunan makanannya, tumbuhan dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
a. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam umbi
Umbi adalah akar atau batang yang mengembung dan berisi timbunan makanan. Tumbuhan yang timbunan makanannya disimpan di dalam umbi di antaranya adalah kentang, singkong, dan ubi jalar.
b. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya di dalam buah
Buah-buahan yang kita makan sehari-hari, seperti mangga, pepaya, apel, dan jeruk merupakan timbunan makanan. Timbunan makanan tersebut disimpan oleh tumbuhan di dalam buah.
c. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam biji
Kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai merupakan kelompok tumbuhan yang meyimpan timbunan makanannya di dalam biji.
d. Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam batang
Kamu mungkin pernah memakan batang tebu yang rasanya manis dan segar. Tumbuhan tebu dan sagu merupakan kelompok tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya di dalam batang.
Tumbuhan Hijau Sebagai Sumber Makanan Manusia dan Hewan
Proses fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Makanan ini
sebagian digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan sisanya dibawa ke bagian tubuh
lain. Manusia dan hewan secara langsung ataupun tidak langsung bergantung pada
tumbuhan hijau untuk memperoleh makanan. Daun, batang, buah, biji, dan umbi
merupakan bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai sumber makanan bagi
manusia dan hewan.
Beberapa bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan
baik yang langsung dimakan ataupun dimasak terlebih dahulu di antaranya adalah
akar, batang, daun, buah, bunga, dan biji.
1. Akar
Akar merupakan bagian pada tumbuhan yang tumbuh di dalam tanah. Air dan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan diserap oleh akar dari dalam tanah. Tumbuhan yang akarnya dijadikan bahan makanan, contohnya adalah singkong, wortel, bengkoang, dan lobak
2. Batang
Selain akar, pada bebrapa tumbuhan batang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan batangnya sebagai bahan makanan adalah tebu, sagu, dan enau. Pada beberapa tumbuhan bagian batangnya ada yang berubah fungsi menjadi umbi batang, contohnya kentang dan ubi jalar.
3. Daun
Ibumu mungkin pernah membuat sayur kangkung atau bayam. Bayam dan kangkung merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan. Selain
bayam dan kangkung, tumbuhan lain yang juga dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan adalah melinjo dan selada.
4. Buah
Jeruk, apel, mangga, pepaya, dan pisang merupakan jenis tumbuhan yang buahnya dapat langsung dimakan oleh kita tanpa harus diolah terlebih dahulu. Namun demikian, beberapa jenis tumbuhan lain yang dimanfaatkan buahnya sebagai bahan makanan tidak dapat dimakan langsung, seperti terong dan labu siem.
5. Bunga
Tumbuhan yang bunganya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan antara lain adalah kol atau kubis dan bawang. Di dalam bunga banyak terkandung mineral dan vitamin.
6. Biji
Nasi yang berasal dari beras merupakan makanan pokok yang sehari-hari kita makan.
Selain itu, di Indonesia makanan pokok lainnya adalah jagung dan gandum. Beras,
jagung, dan gandum merupakan biji-bijian yang merupakan sumber karbohidrat.
Tumbuhan lain yang bijinya dimanfaatkan sebagai bahan makanan adalah kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang panjang.
Senin, 07 Juni 2010
Congratulation
Tahun ajaran 2009-2010 telah kita lalui dengan penyertaan TUHAN Yesus yang luar biasa.
Pembelajaran yang telah disampaikan membuahkan hasil yang menyenangkan.
Selamat....!!!
Seluruh siswa kelas 5 SD mendapatkan nilai yang baik.
Liburan sudah di depan mata....
Pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Semoga Liburan kalian menyenangkan.
Sampai bertemu kembali di Tahun Ajaran yang baru.
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA.
Pembelajaran yang telah disampaikan membuahkan hasil yang menyenangkan.
Selamat....!!!
Seluruh siswa kelas 5 SD mendapatkan nilai yang baik.
Liburan sudah di depan mata....
Pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Semoga Liburan kalian menyenangkan.
Sampai bertemu kembali di Tahun Ajaran yang baru.
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA.
25 Cara Alami Mencegah Flu & Pilek
Anda dapat mencegah flu dan pilek hanya dengan menguatkan sistem imun
dengan cara alamiah, tanpa obat,
begitu menurut Dr.Michael Grossman, M.D., dan Jodi Jones, dalam buku
mereka,
The Vitality Connection: Ten Practical Ways to Optimize Your Health
and
Reverse the Aging Prosess.
Menurut Jones, tak ada pil ajaib untuk mencegah penyakit. Cara
terbaik
adalah menerapkan gaya hidup sehat.
Sedang menurut Grossman, pertahanan terbaik terhadap virus musiman
tersebut adalah dengan menguatkan sistem imun.
Berikut ini 25 cara yang menurut mereka menguatkan pertahanan alamiah
tubuh terhadap flu dan pilek :
1. Makan sebuah jeruk sehari.
Jeruk mengandung vitamin C, salah satu suplemen utama untuk
memerangi
pilek.
2. Istirahat yang cukup.
Tubuh kita akan mengisi ulang energi ketika kita tidur sehingga
bisa
melawan serangan kuman penyakit.
3. Kurangi timbulnya stres yang bersamaan dengan kekecewaan
emosional.
Stres dapat melemahkan sistem imun tubuh.
4. Makan bawang putih setiap hari.
Bawang putih dapat menguatkan sistem imun dan memerangi bakteri.
5. Banyak minum air putih.
6. Gunakan jahe pada masakan dan minuman.
Jahe selain dapat menghangatkan tubuh juga memberi kekebalan
tambahan
dalam sistem pertahanan tubuh.
7. Makan makanan kaya vitamin E seperti kacang-kacangan, biji-bijian,
dan padi-padian utuh.
8. Konsumsi makanan yang mengandung Zinc seperti biji labu, gandum,
dan
sardin.
9. Jamu echinacea membantu mencegah pilek dan flu. Juga meminimalisir
efeknya.
10.Sering mencuci tangan dengan sabun agar bersih dari bakteri dan
kuman.
11.Jaga kerongkongan agar tetap lembab.
Penelitian di Inggris mengungkapkan, menghisap zinc lozenges
secara
drastis mengurangi jumlah
dan tingkat keparahan pilek.
12.Olahraga ringan dapat membantu menguatkan sistem imun minimal
jalan
selama 30 menit.
13.Hindari tempat yang banyak orang, terutama ditengah cuaca lembab
dan
dingin,
dimana orang dengan pilek dan flu dapat menularkan penyakitnya.
14.Makan sup ayam ditambah bawang bombay dan bawang putih.
Obat kuno ini berkhasiat karena meningkatkan aliran mucus hidung
yang
membuat
kuman dikeluarkan dari sistem tubuh kita.
15.Jaga agar tubuh tetap hangat.
Terpapar udara yang terlalu dingin atau basah dapat membuat Anda
sakit.
Jika kedinginan, mandi air hangat dan kenakan baju hangat.
16.Jaga udara di dalam rumah tetap lembap dengan menggunakan
humidifier.
17.Minum jus wortel dan jus sayuran setiap hari.
Vitamin-vitamin di dalam jus meningkatkan imunitas terhadap
penyakit.
18.Makan yogurt minimal 1 cup sehari untuk mempertahankan bakteri
baik
di dalam sistem pencernaan.
19.Beri cabai pada makanan. Cabai atau makanan yang pedas membantu
membersihkan membran mucous.
20.Minum jus nanas.
Jus nanas kaya dengan enzim bromelain yang berkhasiat untuk
kesehatan.
21.Minum ramuan pencegah flu.
Caranya : seduh 1 sendok makan irisan horsedish atau jahe dengan 1
cangkir air panas,
tambahkan 1 sendok makan madu dan 2 butir cengkeh.
22.Makan bawang karena mengandung quercetin, suatu senyawa yang
memerangi virus dan bakteri.
23.Jika hidung keburu meler, beri beberapa tetes minyak kayu putih
atau
minyak angin
pada wadah arisi air mendidih. Tutup kepala dengan handuk dan
hirup
uapnya.
24.Jangan merokok. Rokok dapat menimbulkan ketegangan pada sistem
pernapasan.
25.Jaga sikap positif. Penelitian menunjukan, tetap bersemangat
adalah
kunci tetap sehat dan bahagia.
Grossman menyarankan memprioritaskan kesehatan. Luangkan waktu untuk
merawat diri dulu
sehingga Anda dapat tetap sehat dan menjaga kesehatan keluarga.
dengan cara alamiah, tanpa obat,
begitu menurut Dr.Michael Grossman, M.D., dan Jodi Jones, dalam buku
mereka,
The Vitality Connection: Ten Practical Ways to Optimize Your Health
and
Reverse the Aging Prosess.
Menurut Jones, tak ada pil ajaib untuk mencegah penyakit. Cara
terbaik
adalah menerapkan gaya hidup sehat.
Sedang menurut Grossman, pertahanan terbaik terhadap virus musiman
tersebut adalah dengan menguatkan sistem imun.
Berikut ini 25 cara yang menurut mereka menguatkan pertahanan alamiah
tubuh terhadap flu dan pilek :
1. Makan sebuah jeruk sehari.
Jeruk mengandung vitamin C, salah satu suplemen utama untuk
memerangi
pilek.
2. Istirahat yang cukup.
Tubuh kita akan mengisi ulang energi ketika kita tidur sehingga
bisa
melawan serangan kuman penyakit.
3. Kurangi timbulnya stres yang bersamaan dengan kekecewaan
emosional.
Stres dapat melemahkan sistem imun tubuh.
4. Makan bawang putih setiap hari.
Bawang putih dapat menguatkan sistem imun dan memerangi bakteri.
5. Banyak minum air putih.
6. Gunakan jahe pada masakan dan minuman.
Jahe selain dapat menghangatkan tubuh juga memberi kekebalan
tambahan
dalam sistem pertahanan tubuh.
7. Makan makanan kaya vitamin E seperti kacang-kacangan, biji-bijian,
dan padi-padian utuh.
8. Konsumsi makanan yang mengandung Zinc seperti biji labu, gandum,
dan
sardin.
9. Jamu echinacea membantu mencegah pilek dan flu. Juga meminimalisir
efeknya.
10.Sering mencuci tangan dengan sabun agar bersih dari bakteri dan
kuman.
11.Jaga kerongkongan agar tetap lembab.
Penelitian di Inggris mengungkapkan, menghisap zinc lozenges
secara
drastis mengurangi jumlah
dan tingkat keparahan pilek.
12.Olahraga ringan dapat membantu menguatkan sistem imun minimal
jalan
selama 30 menit.
13.Hindari tempat yang banyak orang, terutama ditengah cuaca lembab
dan
dingin,
dimana orang dengan pilek dan flu dapat menularkan penyakitnya.
14.Makan sup ayam ditambah bawang bombay dan bawang putih.
Obat kuno ini berkhasiat karena meningkatkan aliran mucus hidung
yang
membuat
kuman dikeluarkan dari sistem tubuh kita.
15.Jaga agar tubuh tetap hangat.
Terpapar udara yang terlalu dingin atau basah dapat membuat Anda
sakit.
Jika kedinginan, mandi air hangat dan kenakan baju hangat.
16.Jaga udara di dalam rumah tetap lembap dengan menggunakan
humidifier.
17.Minum jus wortel dan jus sayuran setiap hari.
Vitamin-vitamin di dalam jus meningkatkan imunitas terhadap
penyakit.
18.Makan yogurt minimal 1 cup sehari untuk mempertahankan bakteri
baik
di dalam sistem pencernaan.
19.Beri cabai pada makanan. Cabai atau makanan yang pedas membantu
membersihkan membran mucous.
20.Minum jus nanas.
Jus nanas kaya dengan enzim bromelain yang berkhasiat untuk
kesehatan.
21.Minum ramuan pencegah flu.
Caranya : seduh 1 sendok makan irisan horsedish atau jahe dengan 1
cangkir air panas,
tambahkan 1 sendok makan madu dan 2 butir cengkeh.
22.Makan bawang karena mengandung quercetin, suatu senyawa yang
memerangi virus dan bakteri.
23.Jika hidung keburu meler, beri beberapa tetes minyak kayu putih
atau
minyak angin
pada wadah arisi air mendidih. Tutup kepala dengan handuk dan
hirup
uapnya.
24.Jangan merokok. Rokok dapat menimbulkan ketegangan pada sistem
pernapasan.
25.Jaga sikap positif. Penelitian menunjukan, tetap bersemangat
adalah
kunci tetap sehat dan bahagia.
Grossman menyarankan memprioritaskan kesehatan. Luangkan waktu untuk
merawat diri dulu
sehingga Anda dapat tetap sehat dan menjaga kesehatan keluarga.
Minggu, 13 September 2009
Keragaman Suku Bangsa di Indonesia Yr 5
1. Persebaran suku bangsa di Indonesia
Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan asal-usul dan kebudayaan. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenal suatu suku bangsa, yaitu: ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesenian yang sama. Contoh ciri fisik, antara lain warna kulit, rambut, wajah, dan bentuk badan. Ciri-ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya.
Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang mereka.
Keragaman suku bangsa di Indonesia antara lain disebabkan oleh:
1. perbedaan ras asal,
2. perbedaan lingkungan geografis,
3. perbedaan latar belakang sejarah,
4. perkembangan daerah,
5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan
6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri
Besar kecilnya suku bangsa yang ada di Indonesia tidak merata. Suku bangsa yang jumlah anggotanya cukup besar, antara lain suku bangsa Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bugis, Makassar, Minangkabau, Bali, dan Batak.
Ada 33 daerah asal suku-suku bangsa di Indonesia.
2. Menghormati keragaman suku bangsa
Bangsa kita terdiri dari bermacam- macam suku bangsa. Keragaman suku bangsa ini merupakan kekayaan bagi bangsa kita. Kita harus mengembangkan sikap menghormati suku-suku bangsa lain dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan kita
Bagaimana kita bisa bersikap menghormati keragaman suku bangsa yang ada di tanah air?
1. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa.
2. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka. Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga.
3. Tidak menjelek-jelekkan, menghina, dan merendahkan suku-suku bangsa lain. Kita, manusia yang diciptakan Tuhan dengan harkat dan martabat yang sama. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghina suku bangsa lain.
Mengapa kita harus menghormati keragaman suku bangsa?
• Tercipta kedamaian dalam hidup bersama
• Menjadi bangsa yang kuat
3. Keanekaragaman Budaya di Indonesia
Di antara makhluk-makhluk hidup, hanya manusia yang menghasilkan kebudayaan. Dengan akal budi yang dimilikinya, manusia membentuk kebudayaan. Hal ini cocok dengan istilah kebudayaan itu sendiri.
Istilah budaya berasal dari kata Sansekerta, yaitu buddayah atau buddhi yang berarti akal budi. Kebudayaan berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.
Ada tiga bentuk kebudayaan, yaitu kebudayaan dalam bentuk gagasan, kebiasaan, dan benda-benda budaya.
1. Kebudayaan yang berupa gagasan, antara lain ilmu pengetahuan, adat istiadat, dan peraturan.
2. Kebudayaan yang berupa kebiasaan, antara lain cara mencari makan (mata pencarian), tata cara pergaulan, tata cara perkawinan, kesenian, dan bermacam-bermacam upacara tradisi.
3. Kebudayaan yang berupa benda adalah semua benda yang diciptakan oleh manusia, seperti alat-alat keperluan sehari-hari, rumah, perhiasan, pusaka (senjata), kendaraan, dan lain-lain.
Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari bermacam-macam bentuk rumah adat. Berikut ini beberapa contoh rumah adat.
1. Rumah Bolon (Sumatera Utara).
2. Rumah Gadang (Minangkabau, Sumatera Barat).
3. Rumah Joglo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur).
4. Rumah Lamin (Kalimantan Timur).
5. Rumah Bentang (Kalimantan Tengah).
6. Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan).
7. Rumah Honai (Rumah suku Dani di Papua).
Lagu Daerah
1. Nangroe Aceh Darussalam, Piso Surit
2. Sumatera Utara, Lisoi, Sinanggar Tullo, Sing Sing So, Butet
3. Sumatera Barat, Kambanglah Bungo, Ayam Den Lapeh, Mak Inang, Kampuang Nan Jauh di Mato
4. Riau, Soleram
5. Sumatera Selatan, Dek Sangke, Tari Tanggai, Gendis Sriwijaya
6. Jakarta, Jali-jali, Kicir-kicir, Surilang
7. Jawa Barat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Manuk Dadali, Sapu Nyere Pegat Simpai
8. Jawa Tengah, Gundul-gundul Pacul, Gambang Suling, Suwe Ora Jamu, Pitik Tukong, Ilir-ilir,
9. Jawa Timur, Rek Ayo Rek, Turi-turi Putih
10. Madura, Karaban Sape, Tanduk Majeng
11. Kalimantan Barat, Cik Cik Periok
12. Kalimantan Tengah, Naluya, Kalayar, Tumpi Wayu
13. Kalimantan Selatan, Ampar Ampar Pisang, Paris Barantai
14. Sulawesi Utara, Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Esa Mokan
15. Sulawesi Selatan, Anging Mamiri, Ma Rencong, Pakarena
16. Sulawesi Tengah, Tondok Kadadingku
17. Bali, Dewa Ayu, Meyong-meyong, Macepetcepetan, Janger, Cening Putri Ayu.
18. NTT, Desaku, Moree, Pai Mura Rame, Tutu Koda, Heleleu Ala De Teang,
19. Maluku, Kole-Kole, Ole Sioh, Sarinande, Waktu Hujan Sore-sore, Ayo Mama, Huhatee
20. Papua, Apuse, Yamko Rambe Yamko
Tari Daerah
1. Nangroe Aceh Darussalam Tari Seudati, Saman, Bukat
2. Sumatera Utara Tari Serampang, Baluse, Manduda
3. Sumatera Barat Tari Piring, Payung, Tabuik
4. Riau Tari Joget Lambak, Tandak
5. Sumatera Selatan Tari Kipas, Tanggai, Tajak
6. Lampung Tari Melinting, Bedana
7. Bengkulu Tari Adum, Bidadari
8. Jambi Tari Rangkung, Sekapur Sirih
9. Jakarta Tari Yapong, Serondeng, Topeng
10. Jawa Barat Tari Jaipong, Merak, Patilaras
11. Jawa Tengah-Yogyakarta Tari Bambangan Cakil, Enggot-enggot, Bedaya, Beksan,
12. Jawa Timur Tari Reog Ponorogo, Remong
13. Bali Tari Legong, Arje, Kecak
14. Nusa Tenggara Barat Tari Batunganga, Sampari
15. Nusa Tenggara Timur Tari Meminang, Perang
16. Kalimantan Barat Tari Tandak Sambas, Zapin Tembung
17. Kalimantan Timur Tari Hudog, Belian
18. Kalimantan Tengah Tari Balean Dadas, Tambun
19. Kalimantan Selatan Tari Baksa Kembang
20. Sulawesi Selatan Tari Kipa, Gaurambuloh
21. Sulawesi Tenggara Tari Balumba, Malulo
22. Sulawesi Tengah Tari Lumense, Parmote
23. Sulawesi Utara Tari Maengket
24. Maluku Tari Nabar Ilaa, Perang
25. Papua Tari Perang, Sanggi
Sikap menghormati keanekaragaman budaya dapat kita tunjukkan dengan sikap-sikap berikut ini.
1. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat istiadatnya.
2. Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain.
3. Mau menonton seni pertunjukan tradisional.
4. Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.
5. Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.
Selamat Membaca
Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan asal-usul dan kebudayaan. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenal suatu suku bangsa, yaitu: ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesenian yang sama. Contoh ciri fisik, antara lain warna kulit, rambut, wajah, dan bentuk badan. Ciri-ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya.
Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang mereka.
Keragaman suku bangsa di Indonesia antara lain disebabkan oleh:
1. perbedaan ras asal,
2. perbedaan lingkungan geografis,
3. perbedaan latar belakang sejarah,
4. perkembangan daerah,
5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan
6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri
Besar kecilnya suku bangsa yang ada di Indonesia tidak merata. Suku bangsa yang jumlah anggotanya cukup besar, antara lain suku bangsa Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bugis, Makassar, Minangkabau, Bali, dan Batak.
Ada 33 daerah asal suku-suku bangsa di Indonesia.
2. Menghormati keragaman suku bangsa
Bangsa kita terdiri dari bermacam- macam suku bangsa. Keragaman suku bangsa ini merupakan kekayaan bagi bangsa kita. Kita harus mengembangkan sikap menghormati suku-suku bangsa lain dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan kita
Bagaimana kita bisa bersikap menghormati keragaman suku bangsa yang ada di tanah air?
1. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa.
2. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka. Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga.
3. Tidak menjelek-jelekkan, menghina, dan merendahkan suku-suku bangsa lain. Kita, manusia yang diciptakan Tuhan dengan harkat dan martabat yang sama. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghina suku bangsa lain.
Mengapa kita harus menghormati keragaman suku bangsa?
• Tercipta kedamaian dalam hidup bersama
• Menjadi bangsa yang kuat
3. Keanekaragaman Budaya di Indonesia
Di antara makhluk-makhluk hidup, hanya manusia yang menghasilkan kebudayaan. Dengan akal budi yang dimilikinya, manusia membentuk kebudayaan. Hal ini cocok dengan istilah kebudayaan itu sendiri.
Istilah budaya berasal dari kata Sansekerta, yaitu buddayah atau buddhi yang berarti akal budi. Kebudayaan berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.
Ada tiga bentuk kebudayaan, yaitu kebudayaan dalam bentuk gagasan, kebiasaan, dan benda-benda budaya.
1. Kebudayaan yang berupa gagasan, antara lain ilmu pengetahuan, adat istiadat, dan peraturan.
2. Kebudayaan yang berupa kebiasaan, antara lain cara mencari makan (mata pencarian), tata cara pergaulan, tata cara perkawinan, kesenian, dan bermacam-bermacam upacara tradisi.
3. Kebudayaan yang berupa benda adalah semua benda yang diciptakan oleh manusia, seperti alat-alat keperluan sehari-hari, rumah, perhiasan, pusaka (senjata), kendaraan, dan lain-lain.
Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari bermacam-macam bentuk rumah adat. Berikut ini beberapa contoh rumah adat.
1. Rumah Bolon (Sumatera Utara).
2. Rumah Gadang (Minangkabau, Sumatera Barat).
3. Rumah Joglo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur).
4. Rumah Lamin (Kalimantan Timur).
5. Rumah Bentang (Kalimantan Tengah).
6. Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan).
7. Rumah Honai (Rumah suku Dani di Papua).
Lagu Daerah
1. Nangroe Aceh Darussalam, Piso Surit
2. Sumatera Utara, Lisoi, Sinanggar Tullo, Sing Sing So, Butet
3. Sumatera Barat, Kambanglah Bungo, Ayam Den Lapeh, Mak Inang, Kampuang Nan Jauh di Mato
4. Riau, Soleram
5. Sumatera Selatan, Dek Sangke, Tari Tanggai, Gendis Sriwijaya
6. Jakarta, Jali-jali, Kicir-kicir, Surilang
7. Jawa Barat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Manuk Dadali, Sapu Nyere Pegat Simpai
8. Jawa Tengah, Gundul-gundul Pacul, Gambang Suling, Suwe Ora Jamu, Pitik Tukong, Ilir-ilir,
9. Jawa Timur, Rek Ayo Rek, Turi-turi Putih
10. Madura, Karaban Sape, Tanduk Majeng
11. Kalimantan Barat, Cik Cik Periok
12. Kalimantan Tengah, Naluya, Kalayar, Tumpi Wayu
13. Kalimantan Selatan, Ampar Ampar Pisang, Paris Barantai
14. Sulawesi Utara, Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Esa Mokan
15. Sulawesi Selatan, Anging Mamiri, Ma Rencong, Pakarena
16. Sulawesi Tengah, Tondok Kadadingku
17. Bali, Dewa Ayu, Meyong-meyong, Macepetcepetan, Janger, Cening Putri Ayu.
18. NTT, Desaku, Moree, Pai Mura Rame, Tutu Koda, Heleleu Ala De Teang,
19. Maluku, Kole-Kole, Ole Sioh, Sarinande, Waktu Hujan Sore-sore, Ayo Mama, Huhatee
20. Papua, Apuse, Yamko Rambe Yamko
Tari Daerah
1. Nangroe Aceh Darussalam Tari Seudati, Saman, Bukat
2. Sumatera Utara Tari Serampang, Baluse, Manduda
3. Sumatera Barat Tari Piring, Payung, Tabuik
4. Riau Tari Joget Lambak, Tandak
5. Sumatera Selatan Tari Kipas, Tanggai, Tajak
6. Lampung Tari Melinting, Bedana
7. Bengkulu Tari Adum, Bidadari
8. Jambi Tari Rangkung, Sekapur Sirih
9. Jakarta Tari Yapong, Serondeng, Topeng
10. Jawa Barat Tari Jaipong, Merak, Patilaras
11. Jawa Tengah-Yogyakarta Tari Bambangan Cakil, Enggot-enggot, Bedaya, Beksan,
12. Jawa Timur Tari Reog Ponorogo, Remong
13. Bali Tari Legong, Arje, Kecak
14. Nusa Tenggara Barat Tari Batunganga, Sampari
15. Nusa Tenggara Timur Tari Meminang, Perang
16. Kalimantan Barat Tari Tandak Sambas, Zapin Tembung
17. Kalimantan Timur Tari Hudog, Belian
18. Kalimantan Tengah Tari Balean Dadas, Tambun
19. Kalimantan Selatan Tari Baksa Kembang
20. Sulawesi Selatan Tari Kipa, Gaurambuloh
21. Sulawesi Tenggara Tari Balumba, Malulo
22. Sulawesi Tengah Tari Lumense, Parmote
23. Sulawesi Utara Tari Maengket
24. Maluku Tari Nabar Ilaa, Perang
25. Papua Tari Perang, Sanggi
Sikap menghormati keanekaragaman budaya dapat kita tunjukkan dengan sikap-sikap berikut ini.
1. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat istiadatnya.
2. Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain.
3. Mau menonton seni pertunjukan tradisional.
4. Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.
5. Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.
Selamat Membaca
Senin, 31 Agustus 2009
Alat Peredaran Darah
1. JANTUNG
Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung kira-kira sebesar
kepalan tangan pemiliknya. Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat dan disebut miokardia.
Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu :
serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.
Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh sekat jantung. Sekat ini berfungsi mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dan karbon dioksida. Jantung berfungsi memompa darah. Jantung memompa darah dengan cara menguncup (berkontraksi) dan mengembang (berelaksasi).
Kecepatan denyut jantung tergantung kegiatan yang dilakukan. Ketika sedang beristirahat, jantung berdenyut kira-kira 60 sampai 80 kali setiap menit. Semakin aktif tubuh kita, denyut jantung juga semakin cepat.
2. PEMBULUH DARAH
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh maupun sebaliknya. Ada dua macam pembuluh darah. Pembuluh tersebut yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
Pembuluh nadi atau arteri yaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen keluar dari jantung, kecuali arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah kaya karbon dioksida dari jantung menuju paru-paru.
Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta.
Pembuluh balik yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju jantung, kecuali vena pulmonalis.
Vena pulmonalis membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabangcabang. Ujung cabang pembuluh yang terkecil
disebut pembuluh kapiler. Panjang seluruh pembuluh darah manusia jika dihubungkan dari ujung ke ujung mencapai 160.000 km.
Beberapa gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
a. Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan menjadi ambeien (wasir) dan varises. Ambeien terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.
b. Anemia (kekurangan darah), dapat disebabkan oleh luka yang mengeluarkan banyak
darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit seperti kanker tulang.
c. Hipertensi (tekanan darah tinggi), ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat diukur menggunakan tensimeter.
d. Penyakit jantung koroner, terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada
dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.
e. Stroke, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf
yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja
saraf terganggu.
Menjaga kesehatan alat peredaran darah
Dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur. Berolahraga dapat membantu melancarkan peredaran darah.
Berolahraga sebaiknya diawali dengan pemanasan. Pemanasan membuat kecepatan
denyut jantung bertambah secara bertahap.
Menjaga kesehatan alat peredaran darah juga dapat dilakukan dengan menjaga kebiasaan
makan sehari-hari. Makanan berlemak tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung. Kandungan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah.
SELAMAT MEMBACA
Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung kira-kira sebesar
kepalan tangan pemiliknya. Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat dan disebut miokardia.
Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu :
serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.
Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh sekat jantung. Sekat ini berfungsi mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dan karbon dioksida. Jantung berfungsi memompa darah. Jantung memompa darah dengan cara menguncup (berkontraksi) dan mengembang (berelaksasi).
Kecepatan denyut jantung tergantung kegiatan yang dilakukan. Ketika sedang beristirahat, jantung berdenyut kira-kira 60 sampai 80 kali setiap menit. Semakin aktif tubuh kita, denyut jantung juga semakin cepat.
2. PEMBULUH DARAH
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh maupun sebaliknya. Ada dua macam pembuluh darah. Pembuluh tersebut yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
Pembuluh nadi atau arteri yaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen keluar dari jantung, kecuali arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah kaya karbon dioksida dari jantung menuju paru-paru.
Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta.
Pembuluh balik yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju jantung, kecuali vena pulmonalis.
Vena pulmonalis membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabangcabang. Ujung cabang pembuluh yang terkecil
disebut pembuluh kapiler. Panjang seluruh pembuluh darah manusia jika dihubungkan dari ujung ke ujung mencapai 160.000 km.
Beberapa gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
a. Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan menjadi ambeien (wasir) dan varises. Ambeien terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.
b. Anemia (kekurangan darah), dapat disebabkan oleh luka yang mengeluarkan banyak
darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit seperti kanker tulang.
c. Hipertensi (tekanan darah tinggi), ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat diukur menggunakan tensimeter.
d. Penyakit jantung koroner, terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada
dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.
e. Stroke, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf
yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja
saraf terganggu.
Menjaga kesehatan alat peredaran darah
Dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur. Berolahraga dapat membantu melancarkan peredaran darah.
Berolahraga sebaiknya diawali dengan pemanasan. Pemanasan membuat kecepatan
denyut jantung bertambah secara bertahap.
Menjaga kesehatan alat peredaran darah juga dapat dilakukan dengan menjaga kebiasaan
makan sehari-hari. Makanan berlemak tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung. Kandungan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah.
SELAMAT MEMBACA
Senin, 10 Agustus 2009
SISTEM PENCERNAAN KELAS 5
I. ALAT PENCERNAAN MANUSIA
1. MULUT
Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat
gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna
makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna makanan secara mekanis. Air ludah
mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan
pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara
itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.
a. Gigi
Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Ketiga gigi tersebut
yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri untuk memotong makanan,
gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah makanan.
Gigi geraham dibedakan menjadi geraham depan dan geraham belakang.
Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi. Bagian-bagian gigi yaitu
mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Mahkota gigi tampak putih, halus, dan
licin karena dilapisi email. Tulang gigi terletak di bawah lapisan email. Tulang gigi
meliputi leher gigi dan akar gigi. Rongga gigi berada di bagian dalam gigi.
b. Lidah
Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti
berikut.
1) Mengatur letak makanan saat dikunyah.
2) Membantu menelan makanan.
3) Mengecap rasa makanan.
Lidah peka terhadap panas, dingin, dan adanya tekanan. Lidah dapat mengecap
makanan karena pada permukaannya terdapat bintil-bintil lidah. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Setiap permukaan lidah mempunyai kepekaan rasa yang berbeda.
c. Air Liur
Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan
menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau
amilase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi
menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan
merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi
2. KERONGKONGAN
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung.
Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri
atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong
oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak
peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan
3. LAMBUNG
Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian
dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan
yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida.
Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk
bersama makanan.
Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi
mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah
protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik
dan kimiawi.
4. USUS HALUS
Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap.
Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut.
a. Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula.
b. Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
c. Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Selanjutnya,
makanan akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang
terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan
laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap.
Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu
terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerapan sari-sari makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh
tubuh.
5. USUS BESAR
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus
besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi
penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh
bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair,
dan gas.
6. ANUS
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus.
Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil
pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa
pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang tidak
berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.
II. PENYAKIT PADA ALAT PENCERNAAN
1. Maag (Radang Lambung)
Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakit
mag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan
pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida)
yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.
2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing)
Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kanan
bawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan
kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang
masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut
dapat mengakibatkan radang.
3. Disentri
Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaitu
usus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus.
Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan
perlengkapan makan.
4. Sembelit
Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkan
makanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat
mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di
usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap
air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh
makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
Rawatlah alat pencernaanmu supaya terhindar dari penyakit-penyakit tersebut dengan cara berikut ini:
a. Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan.
c. Minum air putih dalam jumlah yang cukup.
d. Makan secara teratur.
e. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara teratur.
f. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin.
g. Mengurangi makanan yang mengandung banyak gula, misalnya permen dan cokelat.
h. Mencuci tangan sebelum makan.
i. Biasakan mengunyah makanan sampai halus agar mudah dicerna oleh lambung.
j. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, misalnya buah-buahan
dan sayur-sayuran.
SELAMAT MEMBACA
Mr.Daniel
1. MULUT
Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat
gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna
makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna makanan secara mekanis. Air ludah
mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan
pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara
itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.
a. Gigi
Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Ketiga gigi tersebut
yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri untuk memotong makanan,
gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah makanan.
Gigi geraham dibedakan menjadi geraham depan dan geraham belakang.
Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi. Bagian-bagian gigi yaitu
mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Mahkota gigi tampak putih, halus, dan
licin karena dilapisi email. Tulang gigi terletak di bawah lapisan email. Tulang gigi
meliputi leher gigi dan akar gigi. Rongga gigi berada di bagian dalam gigi.
b. Lidah
Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti
berikut.
1) Mengatur letak makanan saat dikunyah.
2) Membantu menelan makanan.
3) Mengecap rasa makanan.
Lidah peka terhadap panas, dingin, dan adanya tekanan. Lidah dapat mengecap
makanan karena pada permukaannya terdapat bintil-bintil lidah. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Setiap permukaan lidah mempunyai kepekaan rasa yang berbeda.
c. Air Liur
Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan
menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau
amilase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi
menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan
merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi
2. KERONGKONGAN
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung.
Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri
atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong
oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak
peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan
3. LAMBUNG
Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian
dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan
yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida.
Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk
bersama makanan.
Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi
mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah
protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik
dan kimiawi.
4. USUS HALUS
Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap.
Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut.
a. Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula.
b. Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
c. Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Selanjutnya,
makanan akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang
terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan
laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap.
Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu
terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerapan sari-sari makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh
tubuh.
5. USUS BESAR
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus
besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi
penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh
bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair,
dan gas.
6. ANUS
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus.
Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil
pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa
pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang tidak
berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.
II. PENYAKIT PADA ALAT PENCERNAAN
1. Maag (Radang Lambung)
Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakit
mag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan
pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida)
yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.
2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing)
Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kanan
bawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan
kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang
masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut
dapat mengakibatkan radang.
3. Disentri
Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaitu
usus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus.
Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan
perlengkapan makan.
4. Sembelit
Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkan
makanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat
mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di
usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap
air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh
makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
Rawatlah alat pencernaanmu supaya terhindar dari penyakit-penyakit tersebut dengan cara berikut ini:
a. Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan.
c. Minum air putih dalam jumlah yang cukup.
d. Makan secara teratur.
e. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara teratur.
f. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin.
g. Mengurangi makanan yang mengandung banyak gula, misalnya permen dan cokelat.
h. Mencuci tangan sebelum makan.
i. Biasakan mengunyah makanan sampai halus agar mudah dicerna oleh lambung.
j. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, misalnya buah-buahan
dan sayur-sayuran.
SELAMAT MEMBACA
Mr.Daniel
Langganan:
Postingan (Atom)